Durasi puasa di bulan Ramadhan tidak selalu sama di setiap negara. Lama waktu berpuasa ditentukan oleh posisi geografis dan musim. Negara yang berada di wilayah utara atau selatan bumi, terutama yang dekat dengan lingkar kutub, dapat mengalami waktu siang yang sangat panjang saat musim panas. Hal ini membuat umat Muslim di beberapa negara menjalani puasa dengan durasi jauh lebih lama dibandingkan negara tropis seperti Indonesia. Berikut lima negara dengan durasi puasa terlama di dunia saat Ramadhan jatuh pada musim panas di belahan bumi utara.
Greenland menjadi salah satu wilayah dengan durasi puasa terpanjang. Saat Ramadhan bertepatan dengan musim panas, waktu siang di beberapa kota bisa mencapai hampir 20 hingga 21 jam. Kondisi geografis yang sangat dekat dengan Kutub Utara menyebabkan fenomena matahari tengah malam, di mana matahari hampir tidak terbenam. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi umat Muslim yang tinggal di sana.
Iceland juga dikenal memiliki waktu siang yang sangat panjang saat musim panas. Durasi puasa di negara ini dapat berlangsung sekitar 19 hingga 20 jam per hari. Meski jumlah Muslim di Iceland tidak terlalu besar, mereka tetap menjalankan ibadah puasa dengan menyesuaikan jadwal terbit dan terbenam matahari setempat.
Beberapa wilayah di Norwegia, terutama bagian utara seperti Tromsø, mengalami siang hari yang sangat panjang. Durasi puasa dapat mencapai sekitar 18 hingga 20 jam tergantung lokasi dan waktu Ramadhan. Dalam kondisi ekstrim, sebagian ulama memberikan keringanan dengan mengikuti jadwal negara terdekat yang lebih seimbang.
Swedia juga termasuk negara dengan durasi puasa panjang saat Ramadhan berlangsung di musim panas. Waktu puasa bisa mencapai sekitar 18 hingga 19 jam. Meskipun tantangannya besar, komunitas Muslim di Swedia tetap menjalankan ibadah dengan semangat kebersamaan.
Finlandia memiliki kondisi serupa dengan negara-negara Nordik lainnya. Durasi puasa di beberapa wilayah dapat berlangsung hingga 19 jam. Letak geografis yang jauh di utara menyebabkan perbedaan panjang siang dan malam yang sangat signifikan antara musim panas dan musim dingin.
Perbedaan durasi puasa disebabkan oleh rotasi bumi dan kemiringan sumbu bumi terhadap matahari. Negara yang berada di dekat khatulistiwa memiliki perbedaan siang dan malam yang relatif stabil sepanjang tahun. Sebaliknya, negara yang berada jauh dari khatulistiwa mengalami variasi ekstrem antara musim panas dan musim dingin. Ketika Ramadhan jatuh pada musim panas di belahan bumi utara, waktu puasa menjadi sangat panjang. Namun, jika Ramadhan jatuh pada musim dingin, durasinya justru lebih pendek.
Di Indonesia, durasi puasa rata-rata berkisar antara 13 hingga 14 jam. Letak geografis di sekitar garis khatulistiwa membuat panjang siang dan malam relatif konsisten sepanjang tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman berpuasa dapat sangat berbeda tergantung lokasi seseorang berada.
Durasi puasa di dunia bisa sangat bervariasi, terutama di negara-negara yang berada dekat dengan kutub. Greenland, Iceland, Norwegia, Swedia, dan Finlandia termasuk wilayah dengan waktu puasa terpanjang saat Ramadhan berlangsung di musim panas. Perbedaan ini menjadi pengingat bahwa umat Muslim di berbagai belahan dunia menjalankan ibadah dengan kondisi dan tantangan yang beragam, namun tetap dalam semangat yang sama. Di mana pun berada, Ramadan tetap terasa lebih dekat berkat koneksi internet yang stabil. Dengan berbagai promo internet terbaik dari O3, kamu bisa mengikuti kajian online, terhubung dengan keluarga, atau mencari informasi seputar Ramadhan tanpa hambatan.
